lestarikan dan lindungi batikku

PENGANTAR dari REDAKSI (Majalah Kaleee ya..)
Buat yang nga sempet ke Banjarmasin di Kalimantan dan nga mau jauh-jauh kesana, di Jakarta sekarang udah ada yang nyediain juga batik khas kalimantan ini... tepatnya di Pasaraya Blok.M, Jakarta Selatan Lantai 4... Kenapa memilih Batik Sasirangan : Karena selain untuk melestarikan budaya Indonesia biar nga diakui lagi sama orang Malaysia sono...jadinya kita harus memperbanyak budaya-budaya Indonesia dan tetap dipakai... sehingga nga akan punah... ya toh??? Di halaman ini masih ditampilkan sasirangan dalam bentuk kain..yang belom dimodifikasi menjadi baju, dsb.. tetapi, kemudian akan menyusul...dan klo mau datang saja ke Pasaraya...jadi, bisa melihat langsung contoh-contohnya..disana sudah ada baju kemeja pria, wanita, dsb dari bahan batik sasirangan...
CONTACT
EMAIL : adelina02@gmail.com or www.adhelina.com
SEJARAH SASIRANGAN
Kalo suku jawa punya batik sebagai kain tradisional, suku Banjar di Kalimantan Selatan juga punya “Sasirangan” sebagai kain adat. Kata sasirangan berasal dari kata menyirang yang berarti menjelujur, karena dikerjakan dengan cara menjelujur kemudian diikat dengan tali raffia dan selanjutnya dicelup, hingga kini sasirangan masih dibuat secara manual. Sasirangan merupakan kain sakral warisan abad XII saat Lambung Mangkurat menjadi patih Negara Dipa. Awalnya sasirangan dikenal sebagai kain untuk “batatamba” atau penyembuhan orang sakit yang harus dipesan khusus terlebih dahulu (pamintaan) sehingga pembutan kain sasirangan seringkali mengikuti kehendak pemesannya. Oleh karena itu, Urang Banjar seringkali menyebut sasirangan kain pamintan yang artinya permintaan. Selain untuk kesembuhan orang yang tertimpa penyakit, kain ini juga merupakan kain sakral, yang biasa dipakai pada upacara-upacara adat Sasirangan dibuat dengan cara menjelujur kain mengikuti motif yang telah dibuat, kemudian diikat dengan karet atau tali raffia agar dalam proses pencelupan tidak terkontaminasi dengan warna lain. Setelah dijelujur kemudian kain dicelupkan kedalam pewarna, proses pewarnaan ini disebut dengan pewarnaan rintang. Setelah jelujuran dilepas, timbullah motif natural yang tidak mudah ditiru mesin, karena masih diproduksi secara manual, sasirangan tidak bisa diproduksi missal seperti halnya batik printing. Seperti halnya kain batik, sasirangan juga mempunyai berbagai macam motif bahkan beberapa diantaranya telah diakui pemerintah melalui Dirjen HAKI Departemen Hukum dan HAM. Motif-motif tersebut antara lain Hiris Pudak (irisan daun pudak), Bayam Raja (daun bayam), kulit karikit(jamur kecil), Ombak Sinapur Karang (ombak menerjang batu karang), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), sarigading, kulit kayu, naga balimbur (ular naga), jajumputan (jumputan), turun dayang (garis-garis), kambang tampuk manggis (bunga buah manggis), daun jaruju (daun tanaman jaruju), kangkung kaombakan(daun kangkung), sisik tanggiling, kambang tanjung (bunga tanjung) dan masih banyak lagi motif-motif lainnya. Sekarang bahkan banyak motif-motif baru yang bermunculan yang membuat kain sasirangan semakin variatif. Harga kain sasirangan ditentukan oleh jenis kain dan motif kain semakin sulit motif maka semakin mahal juga harganya. Beberapa jenis kain yang biasa digunakan antara lain, santung, katun, sutera, yuyur, dan satin. Untuk kain sutera pun terbagi dalam dua jenis yaitu sutera grand (sutera kelas II) dan sutera super (sutera kelas satu). Kain sasirangan biasanya dijual potongan. Ada potongan 2 meter untuk atasan, potongan 3 meter yang biasanya digunakan untuk bawahan (tapih dalam bahasa banjar), potongan 5 meter yang biasa dipakai untuk kemeja bapak dan bawahan ibu, potongan 5 meter ditambah dengan selendang dan potongan sarimbit 7 meter yang terdiri satu stel pakaian ibu, kemeja bapak dan selendang ibu. Seiring perkembangan mode, sasirangan tidak hanya dijual dalam bentuk potongan tetapi sekarang juga telah tersedia kemeja sasirangan, kaos, baju anak, mukena, berbagai macam jilbab dan selendang, bahkan ada sandal dan payung berbahan sasirangan. Ada beberapa tips untuk merawat sasirangan, yang pasti pisahkan sasirangan saat kita mencuci untuk pertama kalinya agar kain yang lain tidak kelunturan karena terkadang sasirangan bisa luntur. Jangan jemur sasirangan di bawah sinar matahari langsung agar warnanya tetap awet. Karena kain sasirangan dibuat dengan teknik jelujur, untuk membuat motif biasanya digunakan pensil atau bolpoin, nah untuk menghilangkan bekasnya bisa digunakan jeruk nipis, tapi sebaiknya dicoba pada bagian-bagian yang tidak terlihat lebih dulu, karena ada jenis-jenis kain sensitif. Nah…sudah siap berburu sasirangan kan…. Source : catatannya-ikha.blogspot.com
Sabtu, 2007 Desember 29
Sasirangan Batik, Kalimantan
Welcome...

This is sample of Batik Sasirangan and other accesories on Pasaraya Grande 4th floor called Ssekawan Batik Counter... look there yahh...






Label: , ,

posted by adel @ 00:58   0 comments
About Me

Name: adel
Home: Jakarta, Jakarta, Indonesia
About Me: I'M Just A GirL With Have Much Dreams..
See my complete profile
Previous Post
Archives
Shoutbox

Free shoutbox @ ShoutMix
Links
Template by

Free Blogger Templates